Ah!

Saatku duduk di kursi kayu yang rapuh
menyeka wajah yang penuh dengan peluh
sepertinya dunia ingin membuatku mengeluh

Sudah, aku akan menyerah!
Bukan karena kamu atau aku salah
Mungkin memang harus berakhir sudah

Biarkan hati ini yang letih
Asal jangan terluka perih
atau karena aku bersedih

Masuk dan Keluar

Saya mengingat 5 tahun lalu di bulan Agustus 2006. Tanggal 3-5 Agustus 2006 tepatnya. Saya sedang berada di Surabaya dalam rangka bertemu dengan kakak tertua saya yang sedang Kerja Praktek di daerah Jawa Timur. Alasannya karena kemungkinan besar pada saat itu saya akan berangkat ke negeri Cina tanggal 20 Agustus dan bisa jadi tidak bertemu dia dalam jangka waktu beberapa tahun. Tanggal 5 Agustus 2006 malam, saya menunggu di depan komputer dan mencoba masuk ke website hasil SPMB. Saya, yang tanpa persiapan mengikuti SPMB (bukan karena pintar atau sombong tetapi karena setengah hati saya sudah ada di Cina), merasakan ketegangan saat itu. Saya tidak ingin pergi ke Cina sebenarnya. Tapi jika saya tidak mendapat pilihan pertama (Farmasi ITB), kemungkinan besar saya akan melepaskan pilihan kedua saya (FKG UI). Ibu saya tidak setuju saya jadi dokter gigi. Beliau takut saya tidak sabar dan tidak tahan dengan rutinitas monoton pekerjaan seorang dokter gigi. Waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Ini waktunya website SPMB dapat dibuka dan bisa melihat hasilnya. Kesal sekali karena saat itu saya tidak berhasil masuk ke website karena traffic website tersebut. Tiba-tiba kakak saya memanggil dari atas dan berteriak bahwa ada nomor peserta saya di daftar lolos SPMB tersebut. Senang bukan main tetapi belum selesai. Saya masih harus mengetahui pilihan mana yang diterima. Dengan kebingungan karena semua buku SPMB sudah saya buang, termasuk petunjuk-petunjuknya, akhirnya saya menelepon teman saya untuk mendapat informasi kode fakultas dan universitas. Singkat cerita, saya berhasil mendapatkan pilihan pertama saya di Farmasi ITB. Rasanya luar biasa saat melihat mata ayah saya berkaca-kaca sambil merentangkan tangan memeluk saya. Beliau merupakan almamater Farmasi ITB 1969. Terlihat air mukanya yang bangga. Dan saya juga merasakan hal yang sama. Senyum di wajah saya tak pernah berhenti malam itu.

Hari ini, 5 Oktober 2011, saya berhasil menyelesaikan studi S1 saya di Farmasi ITB. Butuh waktu 5 tahun untuk mencapai titik ini. Rencana saya lulus 4 tahun berantakan di semester terakhir karena kasus di kampus. Saat itu rasanya dunia terbalik-balik. Kegagalan terus menghantui saya. Tapi Tuhan tidak pernah berhenti bekerja. Setelah kegagalan di sidang bulan Juni kemarin, akhirnya saya berhasil lulus di sidang Oktober ini. Bangga? Bukan perasaan itu yang ada. Yang paling terasa adalah rasa lega karena berhasil menunaikan satu kewajiban saya kepada orang tua yang selama ini terbeban secara pikiran karena kelulusan saya yang tertunda 1 tahun itu. Sungguh, saat saya ingin lulus tadi yang ada di pikiran saya hanya orang tua. Jarang sekali saya begitu besar keinginannya membuat mereka lega. Dan kali ini saya bisa berkata pada mereka, “Pa, Ma, anak papa mama udah jadi sarjana..” Ya, 1 kalimat sederhana yang mungkin membuat mereka lega atau bangga. Nama saya sudah ada titel sarjana di belakangnya: Ruri Fitriyanti, S.Farm.

Terimakasih Tuhan, Papa, Mama, Eri Riyanto, Ardi Dwiyanto, Tommy Wibhowo, Maryanne Susanti, Winda Banyuradja, Maria Agustini, Natalia Oetama, Florensia Eterno, Renata Tobing, Angelina Goenawan, teman-teman 2006 yang selalu mendukung, teman-teman 2007 yang menerima saya, kakak-kakak S2 yang mendukung, para dosen yang membimbing (terutama dosen pembimbing saya Dr. Joseph I.Sigit) saya selama ini, karyawan lab yang selalu setia saya repotkan, dan semua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Sebuah Renungan Singkat

Ketika hidup tidak berjalan seperti yang direncanakan dan diinginkan, yang harus dilakukan adalah terus berjuang dan berpikir positif. Tidak ada yang terjadi tanpa arti dan sia-sia. Ketika kamu meminta yang terbaik pada-Nya dan belum diberi, berarti Tuhan tahu bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberikannya padamu. Kegagalan pasti menyakitkan dan menyebalkan. Jangan terus berpikir semua ini adalah sebuah titik akhir, tetapi justru menjadi motivasi untuk berhasil pada saatnya nanti. Dan keberhasilan bukan semata-mata datang dari doa yang tak putus saja. Tetapi usaha merupakan elemen penting di dalamnya. Usaha yang bergabung dengan doa menghasilkan sesuatu yang disebut KEBERHASILAN.

3 Perasaan

Loving someone is nothing

To be loved by someone is something

Loving someone and to be loved is everything

Perasaan cinta ke seseorang tanpa mendapat balasan hanya menimbulkan sakit hati. Karena cinta bertepuk sebelah tangan tak pernah menyenangkan. Terasa berat sebelah tanpa mendapat apapun, kecuali rasa sakit. Bukan berarti rasa cinta itu tidak tulus karena mengharapkan balasan. Tetapi manusia tetap butuh dihargai, saling memberi dan diberi. Sehingga tak ada yang merasa lebih berkorban dari pihak yang lain.

Lalu tentang dicintai seseorang tanpa kita juga merasa mencintai orang tersebut. Hati kita tidak bisa dipaksa untuk merasakan hal yang sama dengannya. Tapi ada perasaan bersalah karena akan menyakiti orang itu. Lebih baik menolak perasaannya dari pertama, sehingga sakitnya tak akan berkelanjutan dan perasaannya belum terlalu dalam. Jika menggantungkan perasaan orang lain, maka rasa bersalah yang datang nantinya akan lebih parah dari sebelumnya.

Ini yang terakhir. Luar biasa manis rasanya tetapi sulit mendapatkan yang benar-benar sesuai. Mencintai sekaligus dicintai oleh orang yang sama. Jika sudah merasakan hal ini terhadap seseorang, ada baiknya dijaga agar tidak kehilangan dirinya. Sangat sulit mendapatkan yang sesuai hati, bisa saling mengerti dan menjaga. Semua yang dirasakan ini adalah anugerah. Menghargai perasaan pasangan, memberi apresiasi atas usahanya, berusaha jujur, menjadi yang terbaik, dan saling mengerti. Semua ini bumbu penting mempertahankan hubungan yang telah dijalin. Jangan merasa sudah menjadi yang terbaik karena kita semua masih terus belajar menjadi yang terbaik.

(Jangan) Pergi

Entah posesif atau egois

menyakiti kamu dengan kata-kata

mendekapmu erat sampai mencelakai

semua karena tak ingin kehilangan kamu

 

Setiap kali aku berucap maaf menyesali,

hanya seperti mendapat kesempatan untuk menyakiti lagi

Dan sekarang aku sering bertanya pada diri,

“Inikah yang aku sebut sebagai cinta?”

 

Miris setiap mendengar kamu lelah menjalani

Lebih baik hubungan ini berhenti

Daripada terus saling kecewa dan tersakiti,

daripada harus terus dipaksa saling mengerti

 

Maaf jika aku masih tidak mampu menahan diri,

hingga yang keluar hanya semua emosi

Tapi aku ingin kamu bertahan dan bersamaku,

aku tak mau kehilangan kamu dan harus memulai semuanya lagi

 

Kamu dan aku sama-sama tahu,

kita akan terus berusaha menjadi yang terbaik

 

 

sudah ~ by: ru

cintamu dulu membuatku buta

hingga hanya kamu yang aku tahu

tapi semakin kurasa menyiksa

kau terus saja sakiti hatiku

 

*dan kini aku t’lah menyerah

lelah hatiku ‘tuk mengerti kamu

 

reff:

sudah lupakan semua tentang kita

aku tak akan kembali padamu

sudah lupakan semua mimpi kita

aku dan kamu tak mungkin bersama

 

1000 kata maaf yang kau ucap

tak lagi bisa menyentuh hatiku

back to *, Reff

menulis

menulis tak bisa dipaksa

atau nanti hanya ada aksara

tanpa arti, tanpa makna

 

menulis itu dari hati

sehingga semua berarti

dan tak ada kata yang mati

 

aku atau kamu

aku tak pernah jadi kamu

harus melakukan sesuatu karena semua orang sekitarmu menyuruh begitu

aku tak pernah jadi kamu

yang kadang tak bisa membicarakan apa yang kamu pikir atau rasakan

aku tak pernah jadi kamu

yang lebih suka diam dan tak membahas masalah lalu jadi pertengkaran

aku tak pernah jadi kamu

di posisi tak dapat menolak atau menjelaskan keadaaan sebenarnya

 

kamu tak pernah jadi aku

yang bersembunyi dan bertahan selama ini tapi tak mengingkari hatinya

kamu tak pernah jadi aku

yang punya banyak spontanitas dalam bereaksi dan berekspresi

kamu tak pernah jadi aku

yang saat ingin bicara dan menyelesaikan tapi tak diberi kesempatan

kamu tak pernah jadi aku

di sini berdiri untuk orang tersayang tapi ditinggalkan

hanya sekali

“once moment in life means there’s no second chance”

 

ada momen yang akan selalu berarti

saat itu waktu seakan berhenti

momen yang hanya akan terjadi sekali

dan tak mungkin terulang kembali

lalu semua detik hanya akan bisa dikenang

terekam di memori lalu tergenang

tak bisa detik itu digenggam erat

dan tak kau lepas walau terasa berat

you used to be

you used to be my light

now you’re turning dark

you used to be my shining star

now you’re being the dark sky

you used to be my word

now you’re erasing every of it

you used to be my song

now you’re keeping me silent

i can’t read yours

i can’t reach you

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.