that night

teringat satu kali saat aku berdua dengan dia dan pasir-pasir di bawah kakiku menyentuh lembut. kami hanya berbagi kisah hidup dan kenakalan yang kami lalui sebelumnya. yang menemaniku saat itu adalah sebotol bir lokal, batangan rokok, dan penyulut api. aku membenamkan pantat botolku ke dalam pasir supaya dia dapat berdiri tegak. seperti jg hatiku yang saat itu sedang goyah seperti perahu yang ada di tengah gelungan ombak. ingin aku membenamkannya dalam pasir pantai hati seseorang, agar kokoh dia berdiri. dan orang itu ada di sampingku, mengeluarkan kalimat-kalimat yang jarang dia ucapkan sehari-hari. nasihat tentang cinta dan bagaimana menghadapinya.

lalu kepalaku menengadah ke atas, mencari bintang yang bersinar. agak sulit sebenarnya, karena hari itu langit gelap dan tak bersahabat. hmm, yang aku ingat hanya ada aku dan dia (dan penjual kaki lima di pinggiran pantai itu). entah kenapa hari itu aku ingin ke pantai. aku lelah saat itu, ingin melihat juga deburan ombak di malam hari, yang ternyata aku tidak suka. baru aku benar-benar sadar, aku tak suka suasana pantai malam hari. rasanya menyimpan terlalu banyak misteri dan kegelapan. tapi aku menikmati waktuku dengannya, tetap lucu tapi lebih serius (bingung ya? haha).

aku senang berada di sana, pengalaman tak terlupakan bersama seorang yang bodoh tapi aku banyak menghabiskan waktu dengannya. 🙂

makasi bodoh..hehe

Advertisements

4 thoughts on “that night

  1. tiga pantai berbeda terlewati. Dan aku sangat takjub akan dirinya… si bodoh, yang ternyata takut akan suasana pantai malam hari… (bahkan aku takjub pada ketakutannya yang menurutku unik!!)
    Kuta (cukucukucuk day), Sanur, dan Tanah Lot…

    😀
    lalalalala………

  2. 🙂 ya, aku takut pd pantai dan laut malam yg terlalu kelam… huhu
    eh, cukucukucuk day.. xp 😀 ngakak dah akuuu..
    sanur yg oke, tanah lot… NOOOOO!!!
    itu ada tebing2 gtu pula.. gaje bnrrr.. *takut*

  3. dasar bodoh…
    apa yang kamu takutkan dari laut dimalam hari? dia hanyalah ombak yang bergoyang mengikuti irama alam… tidak lebih…

  4. terlalu luas, tak ada ujungnya.. rasanya spt membentang tanpa tau di mana akhirnya
    di tengah samudra luas itu, aku tak berdaya apa pun
    mgkn hal-hal inilah yang membuat aku takut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s