benda kecil itu (part 2)

hitam tak selalu hitam. putih tak selalu putih. abu-abu itu nyata
awalnya aku berniat tak melibatkan benda kecil itu
aku berjanji pada diriku tak ada keputusan yang berasal darinya

kemudian aku yang sedang ingin bertualang bermain ke milik orang lain
ingat, tak ada perasaan yang boleh terlibat dalam permainan ini

tapi permainan tanpa benda kecil itu punya analogi seperti merokok:
saat aku mulai menyalakan sebatang rokok kretek kesukaanku
seperti biasa, akan ada percikan bara karena cengkehnya
aku tak khawatir akan hal ini, hal yang sangat biasa terjadi
tapi aku mulai panik saat bara itu ada di celana atau tasku
semua bisa membuat bekas di bagian kain itu

sama seperti benda kecil yang pada mulanya diam di sudut diri
aku tak khawatir saat benda kecil itu sedikit bereaksi
berpercik rindu, cemburu, atau hasrat ingin memiliki
itu hal biasa saat aku mulai bermain-main api dengannya
tapi aku mulai panik saat percikan itu mulai mengenai perasaanku
karena aku takut akan ada luka tergores dan membekas

ternyata pada akhirnya benda kecil itu lagi yang menang atas semua pilihan dan tingkahku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s