hatiku = rumah kosong

empty house

hatiku seperti rumah kosong sekarang, atau lebih tepat dikatakan sebagai contoh display? rasanya banyak orang diperbolehkan masuk dan melihat-lihat sudutnya. tapi mereka hanya lalu lalang tanpa memutuskan akan membeli atau tidak. mungkin aku yang terlalu banyak memberi syarat atau harganya yang terlalu tinggi hingga akhirnya mereka terusir secara halus dari hatiku. sepertinya sedikit tepat jika sekarang aku memikirkan kata-kata bijak dari seorang biksu: kosong adalah isi, isi adalah kosong. mungkin seperti itulah hatiku sekarang. disebut kosong, banyak yang datang dan pergi. tapi disebut berisi juga tak ada yang tinggal di sana. rasanya memang benar, hatiku sekarang seperti rumah kosong yang akan dijual.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s