Harapan dan Realitas

Berawal dari perasaan terlalu mencintai seseorang. Akhirnya ditinggalkan dan patah hati. Tak lagi percaya akan cinta, mimpi, dan masa depan. Kenangan membawa luka, harapan yang sia-sia, dan mimpi yang tak tercapai.

Aku mengingat dulu pernah bermimpi hidup dengannya. Melewatkan tiap hari penuh rasa cinta dan kebahagiaan. Tiba-tiba semua itu hilang, lenyap. Dan sekarang setiap kali aku mengingat semuanya, yang ada hanya perasaan sedih atau sakit karena kehilangan. Terbayang dan teringat betapa bahagianya aku ketika bersama dengannya. Sungguh, yang ada itu perasaan sayang. Aku berjanji akan membahagiakannya.

Tapi sekarang, semua telah usai. Kisah baru telah dimulai. Tapi tak akan lagi perasaan cinta ini sesempurna yang aku punya dulu. Untuk dia, orang yang aku percayai semua mimpi dan rasa sayangku.

Maaf, aku tak akan lagi bisa menjadi diriku yang dulu. Yang bisa mencintai dan percaya akan hal-hal indah namun semu. Aku memilih tetap berjalan di bumi daripada terbang terlalu tinggi dan akhirnya kandas juga.

Terlalu sakit untuk diulang. Bahkan rasa sakit dan kecewa ini belum pulih, entah bisa atau tidak semua kembali seperti semula. Karena aku telah patah.

@dgoeitar 22/2/13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s