Kosong

Beberapa tahun terakhir aku mulai berhenti menulis panjang lebar di blog, tempat penyaluran kesukaanku dahulu. Bahkan sebelum mengenal blog, aku selalu menulis dengan gaya konvensional. Di atas kertas dengan tinta. Namun semakin lama, semakin banyak wadah media sosial yang lebih mudah diakses daripada mengetik di depan layar atau membawa buku yang memberatkan. Sepertinya ini menjadi salah satu kesalahan terbesarku. Aku mulai terbiasa menulis dengan kuota huruf yang terbatas hingga inspirasiku terkekang. Tanpa disadari, hal ini menjadi semakin parah. Belakangan ini aku sering merasa kehilangan banyak hal yang biasa kulakukan dulu. Lalu aku merindu. Maka itu di detik ini, aku sedang duduk di teras lantai dua mengetik hingga habis segala kepenuhan di kepala.

Dulu mencipta lagu seperti penyaluran perasaanku, terutama saat sedih. Entah sekarang aku yang terlalu bahagia hingga tak perlu tempat bercerita, atau diriku mulai hilang akibat rutinitas dan kepenatan pekerjaan yang menyita. Aku tak lagi tahu bagaimana mencurahkan isi pikiran dan kreativitasku lewat lirik serta melodi.

Menyedihkan. Hal-hal yang menjadi kebiasaan kini terlupakan. Aku lupa bagaimana cara berkarya baik lewat tulisan maupun lagu. Mungkin aku juga kurang membaca dan berbagi hingga hidupku terasa kosong, tak lagi berwarna. Aku akan mencari caranya lagi. Aku akan memulai semua kebiasaan ini lagi. Kembali bermain bersama teman lama, gitar akustikku.

ps. “Semoga kalian masih mau menerimaku kembali.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s