Paling Berharga

“You can’t change the past, but you can always change the future.”

Aku berjalan di tengah penatnya dunia zaman sekarang. Semakin terkekang dengan kesibukan dan beban berat manusia. Aku tak pernah memiliki diriku sendiri. Semua saling memperebutkan dan meributkanku. Banyak yang mengeluh tak pernah cukup memiliki aku. Lalu aku harus bagaimana?

Aku itu sederhana, tapi banyak orang tak mengerti. Merumitkan hal-hal yang berhubungan denganku, berharap dapat meluruskan masalah denganku. Aku sudah biasa dilupakan, tapi bukan berarti aku tak ada harganya. Justru aku tak bisa dibeli dengan segala kekayaan yang kamu atau dia punya. Tak bisa diperintah biar oleh seorang presiden sekalipun. Ingat, tak ada seorang pun. Aku itu hanya berjalan, tak perlu dikejar, apalagi berlomba.

Aku ingat melihatmu dulu, saat kamu masih sangat kecil dan rapuh. Bicaramu tak jelas dan jalanmu tak seimbang. Kelucuan yang menggemaskan hati. Tapi apa pernah kamu sadar aku tak pernah melepas pandanganku darimu? Setiap langkah dan tahap baru dalam hidupmu selalu ada aku di situ. Wajahku berhadapan denganmu, menarik dirimu untuk mempertimbangkan banyak hal atau mengambil keputusan. “Jangan sia-siakan aku, pilihlah dengan bijaksana. Aku hanya ingin kamu bahagia.” aku memohon. Tapi kamu menepis aku dan pergi. Sering pula kamu melewatiku begitu saja, membuangku percuma. Lalu akan ada saat di mana kamu duduk termenung penuh penyesalan, kemudian bertanya apakah bisa menemuiku yang dulu. Kamu bilang bahwa ada banyak hal yang belum kamu berikan dan kerjakan. Tapi kamu tahu bukan, itu tidak mungkin?

Aku juga menemani dia saat muda dulu. Dia yang sangat berbeda dari kamu. Dia selalu berusaha melakukan yang terbaik dan bekerja keras. Dari awal aku menghampirinya, aku memohon hal yang sama kepadanya. Mungkin aku trauma mengingat keputusanmu. Tanggapannya berlawanan 1800 darimu. Dia mendekatiku lalu tersenyum hangat kepadaku sambil berkata, “Kamu tahu aku selalu berusaha yang terbaik, bukan? Percayakan saja dirimu kepadaku.” Lalu dia memegangku erat, meyakinkanku di setiap langkahnya, walau terkadang dilepas sesekali jika dia lelah. Tapi aku merasa sangat dihargai. Sekarang di saat dewasanya, dia tak pernah lupa tersenyum padaku tanpa penyesalan sedikitpun tersirat di matanya. Wajahnya penuh semburat cahaya semangat dan ekspresi percaya diri tampak jelas.

Apa kalian tahu siapa aku? Aku adalah yang abadi di dalam hidup kalian. Aku selalu ada, tapi selalu bergerak maju. Tak bisa diputar kembali walau hanya sedetik. Ya, perkenalkan, namaku WAKTU. Lalu siapa yang akan kalian pilih untuk ditiru? KAMU atau DIA?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s